MENGASIHI LEBIH DARI SEBELUMNYA

Kejadian 45:3-11, 15 ; Mazmur 37:1-11, 39-40 ; I Korintus 15:35-38, 42-50 ; Lukas 6:27-38

Mengasihi berasal dari kata dasar “Kasih”, dimana kasih adalah inti dari kehidupan Kristiani yang mengajarkan bahwa kasih tidak hanya sekadar perasaan, tetapi merupakan tindakan yang nyata.  Mengasihi lebih dari sebelumnya adalah tantangan yang dihadapi setiap orang percaya. Dalam situasi yang sulit, kasih dapat menjadi ujian bagi iman kita.

Kejadian 45:3-11, 15 – Kasih yang Mengampuni : Yusuf yang telah mengalami pengkhianatan teramat dalam dari kakak-kakaknya. Namun, saat mereka bertemu kembali, Yusuf mengungkapkan kasihnya dengan mengampuni dan menyediakan kebutuhan mereka. Mengasihi lebih dari sebelumnya sering kali berarti mengatasi rasa sakit dan memilih untuk mengampuni. Yusuf mengampuni saudara-saudaranya sebab baginya, semua yang dialaminya adalah pekerjaan Tuhan untuk kebaikan. Yusuf rela berinisiatif berdamai, memulihkan relasi dan menghibur saudara-saudaranya agar tidak bersusah hati dan menyesali diri.

Mazmur 37:1-11, 39-40 – Kepercayaan pada Tuhan : Kita diberi dorongan untuk tidak bimbang ketika menghadapi kesulitan. ” Jangan bersungut-sungut terhadap orang yang berbuat jahat,” adalah pengingat untuk tetap fokus pada kebaikan. Kasih yang sejati muncul dari ketenangan hati yang didapat ketika kita percaya penuh kepada Tuhan. Jangan marah, panas hati, atau iri kepada orang jahat atau curang yang nampak sukses, karena mereka pasti akan binasa. Tetaplah berbuat baik dan benar serta berlindung kepada Tuhan.

I Korintus 15:35-38, 42-50 – Kasih dan Transformasi : Paulus berbicara tentang transformasi tubuh kita di dalam kebangkitan. Kasih yang kita tunjukkan dapat mentransformasi kehidupan orang lain. Ketika kita mengasihi lebih dari sebelumnya, kita menciptakan dampak yang jauh bagi hidup orang lain, sama seperti Tuhan mentransformasi hidup kita.

• Lukas 6:27-38 – Mengasihi Musuh : Yesus mengajarkan untuk mengasihi musuh dan berbuat baik kepada mereka yang membenci kita. Ini adalah panggilan yang berat, tetapi merupakan inti dari kasih yang sejati. Mengasihi lebih dari sebelumnya mencakup pengorbanan dan tindakan nyata. Ketika kita memilih untuk mencintai, bahkan dalam situasi sulit, kita menampilkan karakter Kristus. (WHP)